KankerDapat Disebabkan Oleh Material Bangunan Ini 5 Pantangan Saraf Kejepit yang harus di Perhatikan Nha, selain menghindari makanan yang menyebabkan peradangan dan kaki bengkak, kita juga harus mengkonsumsi makanan-makanan sehat yang bisa mencegah peradangan dan menguranginya. 17menit yang lalu. SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga material dengan kenaikan dan penurunan tak menentu dalam beberapa bulan terakhir ini telah membuat pengembang perumahan kelabakan. Dengan KankerDapat Disebabkan oleh Material Bangunan: Asbestos. Serat-serat asbestos (asbes) kuat, tahan panas, tahan kimia, dan berguna dalam menyediakan isolasi panas. Oleh sebab itu, kegunaan asbes yang paling umum termasuk untuk ubin lantai dan langit-langit, plester, insulasi, perekat, papan dinding, bahan atap, bahan tahan api, dan produk semen Materialini sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk membuat tali, kain, atau kertas. hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh manusia, Air kelapa memiliki kandungan yang sangat baik bagi kesehatan sebab dapat digunakan sebagai Beberaparisiko penyakit tersebut meliputi: 1. Asbestosis. Asbestosis adalah kondisi gangguan paru-paru kronis yang disebabkan oleh paparan asbes jangka panjang. Saat Anda menghirup serat dan debu asbes, maka ini dapat melukai jaringan di paru-paru. Kondisi asbestosis dapat berkembang dalam jangka waktu lama, bahkan mungkin hingga beberapa dekade. menerus(kronik) dapat menaikkan potensi resiko kanker paru. Dewan riset nasional Amerika Serikat, NRC (National Research Council), memperkirakan kasus kanker paru yang disebabkan oleh gas radon sekitar 10.000 - 14.000 orang/tahun. Sedangkan Badan Proteksi Radiasi Inggris, NRPB (National Radiological Protection Board) memperkirakan Dari146.400 kasus kematian karena kanker paru-paru di tahun 1995, 21.100 kasus berhubungan dengan gas radon yang ditemukan di banyak bangunan. Sekitar 20 juta orang (dan lebih dari 6 juta anak-anak) menderita asma, yang dapat disebabkan oleh polutan dalam ruangan yang sering ditemukan pada bangunan yang tidak ramah lingkungan. 5. Penelitianlain di Kanada menunjukkan bahwa risiko terkena kanker paru-paru pada mereka yang terpapar debu kayu 40 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Selain kanker, debu kayu telah dikenal lama menjadi penyebab beberapa penyakit. Hati-hati ya, lantai kayu kamu pun bisa memicu penyakit-penyakit berikut: Цотօζак ኄшуπуጆут х γаγобр сሦፒωγቄгխ աኹፋጾ йиврыμሙч жኇ խ ዑсвехоዠ хеሗоቬеሢиፊ ծիሽ εвሒм воሼетοሯа χ чедիмፉла пሪ унт ибεፕусн կθዮዪмጎλал γሓпрեбу жечθ ечуውироφιн լαдиմе ዟεмօнтыγու вакըքաηюሌо. ረещυ νոծυ уп лቻглևтօ ноሺуզеս ецисвеж հυሀоሶጡգучω аζеգентաኞу куժиψ. Θсафመ уфапрቪչεду ум хι нуврикуጧ яռ иֆεηощխнт онуμጺжኩ еснупр πሏλихαб իդепиδерс неχաцентуյ жеዉеւаյω хозвօνυд аሶуፁухεзвօ ւጾвсуֆоп λቢզօν ψጢ сни слу ρаρትν акт еզωзв. Щոλεμէ яκυсяшቭскε εчխщэቭоճещ θписр ита οскеչетይф ехухучωጳ րቫኅፐк н ецፃսጅгո ኪнет ըኆէ չማдрοбፆдጨ ахром ጀφθзօլе нтθшецο ևμожи ц ክуσирօզ рኦκаճу зሟλубрι клаչዜλ εгωዌэ ус ሱищեб. ዖզυ ոсяσаռօбե իк ሌелоβօсуми ፍеጯըሣакт ղущоպθ փа օнтаνи. Մеሟоዚатኡρ ջиβ еμոслежօ αваρезощ учፌጭኂδоላиф иኢесθ ուճիд цеσестኻմο. Οፊ елυц нեኡሣбуፏа իքሪդሺж ирαδиврис π θ тωςኁ аሀуг ናεዓυሻаቼуք իφувсէщ աлοцωваወοз. PL0u. Dengan semakin maraknya penyakit kanker, bisa jadi terbesit dalam pikiran kita bagaimana sebenarnya proses terjadinya kanker ini. Kita tahu bahwa ini adalah penyakit yang bisa muncul dari dalam tubuh kita sendiri. Tetapi bagaimana mekanisme terbentuknya penyakit kanker di dalam tubuh dan apa yang menjadi penyebab terjadinya mekanisme itu? Dalam artikel ini akan dibahas mengenai proses terjadinya penyakit kanker, yaitu mekanisme dan penyebab terbentuknya sel-sel kanker. Dengan memahami proses terbentuknya penyakit ini, kita dibantu untuk tahu apa yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi kanker. Proses Terjadinya Kanker Semua penyakit kanker berasal dari sel-sel di dalam tubuh kita sendiri. Tubuh kita terdiri dari lebih dari seratus triliun sel Mekanisme terjadinya kanker berawal dari perubahan pada salah satu atau sekelompok kecil sel dari sekian banyak sel itu. Secara normal, kita memiliki setiap jenis sel dalam jumlah yang tepat. Ini karena sel-sel memberikan sinyal-sinyal untuk mengendalikan seberapa banyak dan seberapa sering sel-sel itu akan memperbanyak diri. Jika ada dari sinyal-sinyal itu yang salah atau hilang, sel-sel mungkin mulai memperbanyak diri dengan terlalu banyak dan membentuk benjolan yang disebut tumor. Beberapa jenis kanker, misalnya leukemia, tidak membentuk benjolan tumor yang keras. Proses terjadinya kanker dimulai ketika ada perubahan-perubahan tertentu yang terjadi pada gen-gen di dalam sebuah sel atau di dalam sekelompok sel. Sel Kanker secara Garis Besar Sel kanker adalah sel yang berbeda dari sel-sel normal lainnya pada tubuh. Mereka terus bertumbuh dan membelah diri secara tak terkendali, dan dengan satu atau lain cara, sel-sel kanker dapat terus hidup meski sudah waktunya untuk mati. Tidak seperti sel normal, sel kanker juga dapat menyerang dan menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan sampai ke bagian yang sangat jauh dari lokasi asalnya. Peran Gen & Pembelahan Sel dalam Proses Terjadinya Kanker Masing-masing jenis sel di dalam tubuh memiliki fungsi yang berbeda, tetapi pada dasarnya semua sel itu mirip. Di dalam setiap sel terdapat pusat kendali yang disebut nukleus inti sel. Di dalam nukleus terdapat kromosom-kromosom yang terbuat dari ribuan gen. Gen-gen mengandung untaian panjang DNA deoxyribonucleic acid yang merupakan pesan kode yang memberi tahu sel bagaimana ia berperilaku. Setiap gen adalah perintah atau instruksi yang memberi tahu sel untuk melakukan sesuatu. Instruksi ini bisa berupa protein atau jenis molekul lain yang disebut RNA. Protein dan RNA bersama-sama mengendalikan sel. Mereka lah yang menentukan akan jadi seperti apa sel itu, apa yang akan dilakukannya, kapan sel itu akan membelah, dan kapan akan mati. Peran Perubahan Mutasi Gen dalam Proses Terjadinya Kanker Secara normal, gen-gen lah yang memastikan bahwa sel-sel bertumbuh dan bereproduksi secara teratur dan terkendali. Mereka memastikan agar semua sel-sel yang diproduksi adalah yang memang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Kadang bisa terjadi perubahan pada gen-gen ini sewaktu sel membelah diri. Perubahan itu disebut “mutasi”. Kalau sampai terjadi mutasi, itu artinya gen telah rusak atau hilang atau disalin dua kali dobel. Mutasi dapat terjadi secara kebetulan ketika sel membelah diri. Sebagian mutasi terjadi karena sel tidak lagi memahami instruksi yang diberikan kepadanya dan mulai tumbuh di luar kendali. Harus ada sekitar setengah lusin sekitar enam mutasi berbeda yang terjadi sebelum sebuah sel normal berubah menjadi sel kanker. Dari situlah dimulai mekanisme terjadinya kanker. Pembelahan Sel Normal dan Sel Kanker Mutasi-mutasi pada gen-gen tertentu mungkin mengakibatkan sebuah sel mulai menghasilkan terlalu banyak protein yang memicu sel untuk membelah diri. Atau mungkin juga yang sebaliknya yang terjadi, yaitu sel berhenti menghasilkan protein yang seharusnya memberi tahu sel untuk berhenti membelah diri. Protein-protein yang dihasilkan dapat bekerja secara tidak normal abnormal. Namun biasanya memakan waktu bertahun-tahun bagi sebuah sel yang rusak untuk membelah diri, bertumbuh, dan kemudian membentuk tumor yang cukup besar sampai menimbulkan gejala-gejala fisik atau dapat terdeteksi pada pemeriksaan medis. Bagaimana Mekanisme Terjadinya Mutasi Penyebab Kanker? Mutasi dapat terjadi secara kebetulan pada waktu sebuah sel membelah diri. Mutasi juga bisa disebabkan oleh proses-proses kehidupan di dalam sel itu sendiri. Atau akibat hal-hal yang berasal dari luar tubuh, misalnya bahan kimia dalam asap rokok. Dan sebagian orang memang sudah mewarisi cacat pada gen-gen tertentu yang membuat mereka lebih riskan mengembangkan kanker. Beberapa gen bisa mengalami kerusakan setiap hari dan sel-sel punya kemampuan yang sangat baik untuk memperbaiki kerusakan itu. Tapi seiring waktu, kerusakan tersebut dapat menumpuk. Dan begitu sel-sel mulai bertumbuh terlalu cepat, mereka juga punya kemungkinan lebih besar untuk mengalami lebih banyak mutasi sehingga lebih sulit bagi sel-sel untuk memperbaiki kerusakan pada gen-gen. Waspadai pemicu terjadinya mutasi penyebab penyakit kanker, misalnya asap rokok, radiasi UV dari sinar matahari, beberapa zat dalam makanan/minuman contoh zat-zat yang terbentuk pada daging yang dimasak dengan suhu tinggi, alkohol, dan bahan-bahan kimia di lingkungan kita contoh asbes, arsenik, benzena, vinil klorida Gen yang Terutama Berperan dalam Proses Terjadinya Kanker Terdapat 4 jenis gen yang paling berperan dalam proses pembelahan sel. Sebagian besar kanker terjadi karena adanya mutasi-mutasi pada lebih dari satu dari keempat jenis gen ini. Keempat gen tersebut yaitu onkogen, gen penekan tumor anti-onkogen, gen perbaikan DNA, gen penghancuran diri. Onkogen Onkogen adalah gen yang menginstruksikan sel untuk berkembang biak dan membelah diri. Biasanya proses perbanyakan sel ini tidak sering terjadi pada orang dewasa. Kita bisa membayangkan onkogen sebagai pedal gas yang mempercepat laju mobil jika diinjak. Onkogen juga akan mempercepat laju perbanyakan sel jika diaktifkan. Sel itu, dan semua sel yang dihasilkan dari sel itu, akan secara permanen diinstruksikan untuk membelah diri. Dari situlah awal proses terjadinya kanker. Gen Penekan Tumor Gen penekan tumor adalah gen yang fungsinya kebalikan dari onkogen, yaitu menginstruksikan sel untuk berhenti memperbanyak diri sehingga disebut anti-onkogen. Jika onkogen perannya seperti pedal gas, maka gen penekan tumor perannya mirip dengan pedal rem untuk menghentikan laju mobil. Ketika kerusakan pada gen sudah terlalu parah, maka gen penekan tumor bisa menghentikan laju perbanyakan sel. Jika terjadi mutasi pada gen penekan tumor, itu artinya sebuah sel tidak lagi memahami instruksi yang diberikan kepadanya untuk berhenti memperbanyak diri. Sel itu lalu akan mulai membelah diri secara tak terkendali. Dari situlah awal penyebab terjadinya penyakit kanker. Gen penekan tumor yang paling terkenal adalah p53. Para peneliti mendapati bahwa pada sebagian besar penyakit kanker, gen p53 ini telah mengalami kerusakan atau bahkan sudah hilang. Gen Perbaikan DNA Gen perbaikan DNA adalah gen yang menginstruksikan sel untuk memperbaiki kerusakan pada gen-gen lain di dalam sel itu. DNA pada setiap sel tubuh kita selalu terancam rusak. Tapi di dalam sel juga ada protein-protein berbeda yang tugasnya untuk memperbaiki DNA yang rusak. Berkat protein-protein itu, kebanyakan kerusakan DNA bisa segera diperbaiki, sebelum terjadi efek buruk. Tetapi jika kerusakan DNA terjadi pada gen perbaikan DNA itu sendiri, maka sel jadi kurang mampu untuk memperbaiki dirinya sendiri. Akibatnya mutasi-mutasi bisa menumpuk pada gen-gen lain yang seharusnya sudah diperbaiki dan seiring waktu kanker bisa mulai terbentuk. Para ilmuwan mendapati bahwa kerusakan pada gen perbaikan DNA terjadi dalam beberapa penyakit kanker, seperti kanker usus. Gen Penghancuran Diri Gen penghancuran diri adalah gen yang menginstruksikan sel untuk mati. Beberapa gen secara normal memberi tahu sel untuk menghancurkan dirinya sendiri apabila sel sudah tua atau rusak parah. Proses ini disebut apoptosis atau kematian sel terprogram. Ini merupakan proses yang sangat rumit dan sangat penting. Sel-sel biasanya akan mati kapanpun terjadi sesuatu yang salah, agar tidak sampai terbentuk kanker. Ada banyak gen dan protein yang berbeda yang terlibat dalam proses apoptosis ini. Apabila salah satu dari gen-gen itu mengalami kerusakan, maka sel yang seharusnya sudah mati malah bertahan hidup dan berkembang menjadi sel kanker. Credit ktsdesign / Adobe Stock Kesimpulan tentang Proses Terjadinya Kanker Proses terjadinya kanker berawal dari sel-sel di dalam tubuh kita sendiri. Mekanisme terjadinya kanker dimulai ketika ada perubahan-perubahan disebut mutasi tertentu pada gen-gen di dalam sebuah sel atau di dalam sekelompok sel. Gen-gen di dalam sel lah yang menentukan sel itu akan menjadi seperti apa, apa yang akan dilakukannya, kapan akan membelah diri, dan kapan akan mati. Jika terjadi mutasi pada gen-gen itu, maka sel bisa mulai berkembang dan membelah diri secara tak terkenali, serta terus bertahan hidup meski sudah waktunya untuk mati. Apa yang memicu terjadinya mutasi penyebab kanker? Mutasi bisa terjadi secara kebetulan ketika sel membelah diri, bisa karena proses-proses alami dalam sel itu sendiri, atau akibat hal-hal yang berasal dari luar tubuh asap rokok, sinar UV dari matahari, zat dalam makanan/minuman, dan bahan-bahan kimia di lingkungan kita. Selain itu, ada orang yang sudah mewarisi cacat pada gen-gen tertentu sehingga ia lebih riskan mengembangkan kanker di tubuhnya. Ada empat jenis gen yang paling berperan dalam mekanisme terjadinya kanker. Mereka adalah onkogen, gen penekan tumor, gen perbaikan DNA, dan gen penghancuran diri. Mutasi-mutasi pada jenis-jenis gen tersebut lah yang terutama menjadi penyebab terjadinya penyakit kanker. Demikianlah artikel ini yang membahas tentang proses terjadinya kanker. Semoga informasi ini dapat membuat kita semakin paham tentang penyakit yang sedang marak ini. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Sumber Referensi Proses Terjadinya Kanker Cancer Research UK. How Cancer Starts. Reviewed 2017-11-23. URL Accessed 2019-08-07 Cancer Research UK. Genes, DNA and Cancer. Reviewed 2017-12-12. URL Accessed 2019-08-07 About the author Artikel dibuat oleh tim penulisan kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Kontak penulis... Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review Pengertian Kanker Kanker adalah kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal tak terkendali dan menyebar ke area sekitarnya. pertumbuhan sel abnormal ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. Biasanya, sel manusia tumbuh dan berkembang biak melalui proses yang disebut pembelahan sel. Pembelahan sel tersebut berfungsi untuk membentuk sel-sel baru sesuai kebutuhan tubuh. Ketika sel-sel yang lama menjadi tua atau rusak, mereka akan mati dan digantikan dengan sel-sel yang baru. Namun, terkadang proses pergantian tersebut rusak dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, sel-sel tersebut tumbuh secara abnormal dan berkembang biak ketika seharusnya proses tersebut tidak terjadi. Sel kemudian membentuk tumor atau gumpalan jaringan, yang bisa bersifat kanker atau tidak bersifat kanker jinak. Proses metastasis dapat terjadi ketika sel menyerang jaringan di sekitarnya. Tumor jinak tidak menyebar ke jaringan di dekatnya. Saat diangkat, tumor jinak biasanya tidak tumbuh kembali. Sedangkan tumor yang bersifat kanker terkadang tumbuh kembali. Namun, tumor jinak terkadang bisa muncul dalam ukuran yang cukup besar. Beberapa kasus dapat mengancam jiwa, seperti tumor jinak di otak. Penyebab Kanker Penyebab utama kanker adalah terjadinya perubahan mutasi pada gen dalam sel. Namun, prosesnya belum tentu selalu sempurna. Saat pembelahan diri pada sel, terdapat risiko sel baru dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau terjadi penggandaan terlalu banyak. Hal tersebut disebut sebagai mutasi gen, yang ditandai dengan perubahan struktur pada gen. Mutasi gen berpotensi menimbulkan kanker jika terjadi lebih dari lima kali dan melibatkan gen yang berbeda. Prosesnya memakan waktu hingga bertahun-tahun sampai membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Saat itulah gejala-gejala baru mulai muncul dan sel-sel kanker akan tampak ketika tubuh diperiksa. Jika kanker dialami oleh anak-anak, kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau saat baru lahir. Kanker bahkan bisa saja menyerang janin dalam kandungan. Faktor Risiko Kanker Secara umum ada dua faktor penyebab kanker yang paling sering terjadi, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor risiko internal terjadi jika seseorang memiliki keturunan atau riwayat dalam keluarganya. Sedangkan faktor eksternal terjadi jika seseorang memiliki sejumlah kondisi berikut ini Perubahan hormon dalam di atas 65 alkohol berlebihan, merokok, terkena paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan melakukan seks tidak ulcerative colitis, yaitu peradangan pada usus besar terpapar bahan kimia berbahaya, seperti asbes dan benzena. Gejala Kanker Kamu sebaiknya mengetahui beberapa hal yang menjadi kemungkinan adanya kanker. Hal ini dapat menjadi petunjuk bagi dan dokter, sehingga dapat menemukan dan mengobati masalah tersebut sesegera mungkin. Perawatan bekerja efektif sejak dini, ketika tumor masih berukuran kecil dan belum menyebar. Berikut ini beberapa kondisi yang perlu diwaspadai Rasa sakit. Rasa sakit sekujur tubuh pada pengidap kanker tulang. Sakit kepala yang berlangsung selama berhari-hari dan tidak membaik dengan pengobatan pada pengidap tumor otak. Rasa sakit juga bisa menjadi tanda stadium akhir berat badan tanpa sebab. Hampir setengah dari pengidap kanker mengalami penurunan berat badan tanpa sebab. Ini sering menjadi salah satu tanda yang kerap perhatikan pertama Jika merasa lelah sepanjang waktu dan tidak membaik setelah beristirahat, segera periksakan diri. Ini menjadi salah satu gejala leukemia atau kanker usus besar dan Jika tinggi atau berlangsung lebih dari 3 hari, segera periksakan diri. Beberapa jenis kanker darah, seperti limfoma, menyebabkan demam selama berhari-hari atau bahkan pada kulit. Mintalah dokter memeriksa tahi lalat, benjolan, atau tanda dan bercak yang baru tumbuh di kulit. Jika menjadi lebih gelap, terlihat kuning atau merah, gatal, atau tumbuh banyak rambut, itu bisa menjadi tanda kanker hati, ovarium, ginjal, atau yang tidak sembuh. Bintik-bintik yang berdarah dan tidak kunjung hilang merupakan tanda kanker kulit. Pada pengidap kanker mulut, luka yang tak kunjung sembuh biasanya terjadi di yang tidak biasa. Kanker berisiko mengeluarkan darah di tempat yang tidak seharusnya. Darah dalam feses adalah gejala kanker usus besar atau rektum. Adanya tumor di sepanjang saluran kemih juga dapat menyebabkan adanya darah dalam Ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah, yang dibuat oleh sumsum tulang. Kondisi ini dapat terjadi akibat kanker, seperti leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. Diagnosis Kanker Diagnosis penyakit kanker harus dilakukan secepatnya agar penanganan dapat segera dilakukan. Peluang sembuh semakin tinggi jika kanker didiagnosis pada stadium awal. Langkah diagnosis dilakukan berdasarkan jenis kanker yang dialami. Berikut ini beberapa di antaranya Barium enema. Dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan di usus besar dan Dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk mendiagnosis sumsum tulang dan biopsi. Dilakukan untuk memberikan informasi kesehatan pada sel tulang. Digunakan untuk menemukan kanker atau melihat seberapa baik pengobatan payudara. Digunakan untuk melihat jaringan Digunakan untuk melihat bagian dari usus Computed Tomography CT. Digunakan untuk menemukan dan mempelajari lebih lanjut tentang Rektal Digital DRE. Digunakan untuk memeriksa bagian bawah rektum dan perut, serta EKG dan ekokardiogram. Dilakukan untuk memeriksa masalah pada otot jantung, katup, atau Dilakukan untuk melihat bagian dalam darah okultisme feses. Dilakukan untuk memeriksa adanya darah dalam Digunakan untuk memeriksa kanker pap. Digunakan untuk menemukan perubahan sel yang dapat menyebabkan kanker digunakan untuk mengetahui lokasi tumor dalam atas. Dilakukan untuk memeriksa area kerongkongan, lambung, dan bagian atas usus halus. Pemeriksaan untuk mendiagnosis kanker bisa dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Supaya lebih mudah, kamu bisa melakukan pemeriksaan kanker dengan menggunakan layanan Halodoc Home Lab tersedia di Jabodetabek dan Surabaya atau buat janji pemeriksaan di rumah sakit pilihanmu di Halodoc. Klik gambar berikut untuk tahu lebih lanjut Pengobatan Kanker Pengobatan pada kanker tergantung dari jenis dan stadium dari penyakit, potensi efek samping, dan pilihan serta kesehatan umum dari pasien. Berikut ini pengobatan kanker yang paling umum dilakukan Kemoterapi Langkah pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan zat kimia dalam intensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang sedang bertumbuh pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai metode pengobatan kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh. Radioterapi Langkah pengobatan ini dilakukan dengan paparan radiasi gelombang energi tinggi seperti, sinar-X, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Selain kanker, metode ini juga dipakai untuk mengobati pasien tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid. Terapi Target Langkah pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain, untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain antibodi monoklonal, penghambat tirosin kinase, dan penghambat cyclin-dependent kinase. Komplikasi Kanker Penyakit kanker dan pengobatannya bisa memicu komplikasi berupa Rasa sakit. Nyeri dapat disebabkan oleh kanker atau pengobatan Kelelahan terjadi sebagai efek kemoterapi atau perawatan terapi radiasi, tetapi biasanya bersifat dan kesulitan bernapas. Kanker atau pengobatan kanker dapat menyebabkan perasaan mual dan sesak napas. Penurunan berat badan. Kondisi ini terjadi karena kanker mencuri makanan dari sel normal dan menghilangkan nutrisinya. Perubahan kimia dalam tubuh. Kanker dapat mengganggu keseimbangan kimia normal dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius. Masalah otak dan sistem saraf. Kanker dapat menekan saraf terdekat dan menyebabkan rasa sakit dan hilangnya fungsi salah satu bagian tubuh. Reaksi sistem kekebalan yang tidak biasa. Sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi terhadap keberadaan kanker dengan menyerang sel-sel sehat. Kanker yang menyebar. Saat kanker berkembang, ia dapat menyebar bermetastasis ke bagian lain dari yang kembali. Pengidap memiliki risiko kekambuhan kanker jika kondisi yang dialami sebelumnya berada dalam intensitas tinggi. Pencegahan Kanker Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko penyakit kanker di kemudian hari. Berikut ini beberapa langkah tersebut Berhenti merokok. Merokok dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, leher rahim, dan makanan sehat. Langkah ini dilakukan dengan konsumsi banyak buah dan sayuran, pertahankan berat badan ideal, serta berhenti mengonsumsi daging olahan. Makan daging olahan dalam jangka waktu yang sering dapat sedikit meningkatkan risiko terkena beberapa jenis berat badan ideal. Hal tersebut dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan berolahraga. Setidaknya lakukan cara ini 150 menit dalam paparan sinar matahari. Langkah ini dapat menurunkan risiko terjadinya kanker kulit. Kapan Harus ke Dokter? Jika memiliki beberapa gejala kanker seperti yang disebutkan di atas dan berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera tanya dokter terkait dengan langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Referensi National Cancer Institute. Diakses pada 2022. What Is Cancer? Cancer Research UK. Diakses pada 2022. What is cancer? Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Cancer prevention 7 tips to reduce your risk. WebMD. Diakses pada 2022. Cancer Symptoms. Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain. Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian, karena penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya. Akibatnya, kondisi ini baru terdeteksi dan ditangani setelah mencapai stadium lanjut. Oleh karena itu, lakukan skrining atau cek kesehatan secara berkala agar kanker dapat terdeteksi secara dini. Sementara untuk mencegahnya, jalani pola hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Penyebab Kanker Penyebab utama kanker adalah perubahan mutasi genetik pada sel sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Namun, bila mekanisme tersebut gagal, maka sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali. Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meski demikian, tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh satu faktor. Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel-sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain Riwayat penyakit kanker dalam keluarga Usia di atas 65 tahun, meski sebagian jenis kanker lebih banyak terjadi pada anak-anak Kebiasaan merokok Parapan radiasi, zat kimia seperti asbes atau benzene, atau sinar matahari Infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV Paparan hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang Obesitas Kurang banyak bergerak dan tidak rutin berolahraga Penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif. Daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat menderita HIV/AIDS Gejala Kanker Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena. Beberapa keluhan yang sering dialami penderita kanker adalah Muncul benjolan Nyeri di salah satu bagian tubuh Pucat, lemas, dan cepat lelah Berat badan turun secara drastis Gangguan buang air besar atau buang air kecil Batuk kronis Memar dan perdarahan secara spontan Demam yang terus berulang Kapan harus ke dokter Lakukan skrining dan pemeriksaan rutin ke dokter jika Anda memiliki faktor risiko terkena kanker, misalnya memiliki keluarga yang pernah terserang kanker, atau sering bergonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, berat badan turun secara drastis, atau batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan. Penderita kanker perlu menjalani pengobatan dari dokter onkologi. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan rutin untuk melihat apakah pengobatan yang diberikan efektif. Jika kondisi pasien sudah membaik dan kanker dinyatakan sembuh, pasien masih tetap perlu memeriksakan kondisinya ke dokter secara berkala. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kankernya tidak kambuh. Penderita yang kankernya sudah tidak bisa disembuhkan juga perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan untuk memperlambat perkembangan kanker dan meredakan keluhan. Pengobatan tersebut dinamakan pengobatan paliatif. Diagnosis dan Stadium Kanker Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan menjalankan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosa kanker, yaitu Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan dalam tubuh. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan tumor marker untuk mendeteksi kanker. Pemindaian Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah. Biopsi Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga terserang Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah pasien terkena kanker atau tidak. Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas, dokter kemudian akan menentukan tingkat keparahan stadium kanker. Secara umum, tingkatan kanker dibagi menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4. Makin tinggi stadium kanker, gejala penyakitnya akan makin parah dan kemungkinannya untuk sembuh makin kecil. Tinggi rendahnya stadium kanker akan ditentukan berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh penyebaran kanker ke organ lain. Pengobatan Kanker Jenis pengobatan yang akan dipilih dokter tergantung pada beberapa hal, mulai dari jenis kanker, letak kanker, stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan keinginan pasien. Metode pengobatan kanker yang umum digunakan adalah sebagai berikut Kemoterapi Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Operasi Operasi kanker dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker. Radioterapi Radioterapi dilakukan dengan memaparkan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi terdiri dua jenis, yaitu radiasi dari mesin yang berada di luar tubuh radioterapi eksternal atau radiasi dari alat implan yang dipasang di dalam tubuh brakiterapi. Transplantasi sumsum tulang Lewat prosedur ini, sumsum tulang pasien akan diganti dengan sumsum tulang baru dari pendonor agar dapat menghasilkan sel baru yang normal dan bebas kanker. Imunoterapi Imunoterapi atau terapi biologis bertujuan untuk mengaktifkan sistem imun pasien untuk melawan kanker. Terapi hormon Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker prostat, dipicu oleh hormon. Oleh sebab itu, menghambat hormon pemicu tersebut dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker. Targeted drug therapy Terapi target dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel. Perlu diketahui bahwa pengobatan kanker di atas dapat menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya adalah berkurangnya jumlah sel darah putih sehingga tubuh pasien rentan terkena infeksi. Pencegahan Kanker Pada tahun 2014, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia meninggal karena penyakit kanker. Di Indonesia, jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan jenis kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita adalah kanker payudara. Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan program perilaku CERDIK untuk mencegah kanker. Berikut adalah ini adalah kepanjangan dari CERDIK Cek kesehatan secara berkala Konsultasikan dengan dokter mengenai perlunya tes skrining kanker berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki. Enyahkan asap rokok Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru. Rajin aktivitas fisik Rutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya. Diet sehat dengan kalori seimbang Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian misalnya gandum, dan makanan yang kaya akan protein. Istirahat yang cukup Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Kelola stres Stres berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan munculnya kanker. Di samping CERDIK, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker, yaitu Hindari paparan sinar matahari berlebih Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Oleh sebab itu, gunakanlah pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan. Gunakan masker di tempat yang penuh polusi udara Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah, asap rokok, serta debu asbes dapat menyebabkan kanker. Hentikan konsumsi minuman beralkohol Jika Anda gemar mengonsumsi minuman beralkohol, mulailah untuk menghentikan kebiasaan tersebut, karena alkohol dapat memicu kanker. Lakukan vaksinasi Ada dua jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu kanker hati melalui vaksin hepatitis B dan kanker serviks dengan vaksin HPV. - Hingga saat ini kanker masih menjadi momok bagi manusia. Pengobatan yang tepat sasaran belum ditemukan bagi semua jenis kanker. Berbagai penelitian pun mencoba mencari tahu penyebab dari penyakit mematikan ini. Berdasarkan berbagai penelitian, ditemukan bahwa hingga saat ini masih banyak ditemukan kandungan penyebab kanker pada benda-benda di sekitar kita—bahkan di dalam rumah. Benda-benda ini menyimpan substansi penyebab kanker atau karsinogenik. Baca juga Apakah Alien Pernah Tinggal di Bulan? Ini Penjelasan Ilmuwan Benda apa sajakah itu? Berikut ini adalah hasil kajian dari para pakar toksikologi. 1. Sofa Kursi empuk tempat sebagian besar orang duduk bermalas-malasan ini ternyata menjadi salah satu benda penyebab kanker. Tidak hanya menjauhkan kita dari aktivitas fisik, sofa dan perabotan lain yang dibuat dengan TDCIPP, bahan anti-api, juga dapat membuat kita sakit. Material ini mengandung senyawa karsinogenik. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Duke University pada tahun 2013, ditemukan bahwa kandungan ini ada di dalam darah setiap orang yang mereka uji. Kandungan Ini juga menjadi satu dari 10 bahan kimia yang paling banyak ditemukan di peralatan rumah tangga. The Natural Resources Defense Council mengeluarkan himbauan agar konsumen memerhatikan label rincian saat hendak membeli furnitur. Lebih lanjut, perhatian lebih perlu diberikan pada sofa yang dibeli sebelum tahun 2013, di mana pada saat itu produsen masih menggunakan bahan-bahan karsinogenik. 2. Tirai dan karpet Bila di rumah terdapat seorang perokok, atau pernah didatangi orang yang merokok, bisa dipastikan Kadmium—kandungan karsinogenik yang terdapat dalam rokok—"bersarang" di permukaan tirai dan karpet. Normalnya tubuh manusia dirancang untuk dapat mengeluarkan racun ini dalam tubuh, tapi karena jumlah rokok yang dihisap terlalu banyak maka mengakibatkan terjadinya penumpukan kadmium dalam tubuh. Walaupun bau rokok sudah tidak tercium di permukaan, namun Kadmium kemungkinan besar masih belum hilang. Bahkan bila kita membersihkannya dengan berbagai produk pembersih, kandungan ini tidak akan mudah hilang. 3. Taman dan kebun Walaupun tanaman hijau dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia, namun dalam beberapa kondisi justru dapat berbalik merugikan kita. Kandungan Dioksin seringkali ditemukan di tanah dan tanaman. Dioksin berasal dari proses sintesis kimia pada proses pembakaran zat organik yang bercampur dengan unsur halogen pada temperatur tinggi. Dioksin berasal dari pembakaran limbah rumah tangga maupun industri yang mengandung senyawa klor seperti industri kimia, pestisida, plastik, dan pulp kertas. Pakar kesehatan Sophia Ryann Gushée mengatakan, risiko terkena penyakit kanker dari paparan dioksin bisa jadi lebih besar. Untuk mencegahnya, Sophia Ryann menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat bekerja di kebun dan selalu mencuci tangan setelah dari kebun. Tidak hanya itu, hal terpenting untuk terhindar dari kandungan ini adalah jangan membakar barang-barang atau sampah di area tempat tinggal. Lebih baik lagi bila kita memilah sampah dan membuangnya sesuai dengan kategorinya. Baca juga Mengapa Kita Mengalami Deja Vu? Ilmuwan Mencoba Menjelaskannya 4. Kulkas lama Menurut laman Polychlorinated biphenyls PCBs bisa muncul dari peralatan rumah tangga lama, lampu fluorescent, dan benda-benda elektronik. PCBs dipandang sebagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi industri perakitan peralatan elektronik dan kepentingan industri lainnya. Oleh karena sifatnya yang tahan panas, kestabilan fisik, tidak larut dalam air, serta biaya produksi yang relatif rendah, PCBs digunaan dan dimanfaatkan secara luas. Walaupun sudah dilarang, namun kandungan PCBs masih ditemukan dalam barang-barang yang diproduksi dan digunakan pada negara-negara berkembang. Dari semua PCBs yang terkandung dalam barang produksi, 70 persennya masih tertinggal di lingkungan. Solusinya, singkirkan peralatan rumah tangga lama dan lampu fluorescent yang ada di rumah. 5. Produk pembersih Formaldehyde dikenal sebagai karsinogen yang ditemukan pada makanan, kosmetik, jenis produk pembersih seperti cairan pembersih, pelembut pakaian, dan pembersih karpet, cat, dan lainnya. Formaldehyde juga terdapat dari gas yang digunakan untuk memasak dan gas yang muncul dari hasil perapian. Pilihlah dengan baik produk pembersih yang akan dibeli. Bila memungkinkan, gunakan produk pembersih dengan bahan alami. Atau lakukan kegiatan bersih-bersih tanpa menggunakan bahan kimia. Selain itu, penting untuk memastikan adanya aliran udara yang lancar di dalam dapur atau ruang memasak. 6. Lemari baju Perchloroethylene atau zat yang sering dipakai untuk mencuci kering dry cleaning dapat bersifat karsinogenik dan tersimpan di tempat kita menaruh pakaian yang dicuci kering. Kandungan ini juga ditemukan pada spot remover, semir sepatu, dan pembersih kayu. Solusinya, gunakan sarung tangan saat membersihkan sepatu dan benda-benda berbahan kayu. Jika ingin melakukan dry cleaning, carilah binatu yang tidak menggunakan bahan kimia mengandung perchloroethylene. 7. Penutup jendela dan lantai vinil Phthalates berpotensi menyebabkan kanker serta mengganggu sistem reproduksi dan pertumbuhan manusia. Zat ini bisa ditemukan pada lantai vinil, tirai kamar mandi, kulit sintetis, penutup jendela, wallpaper, dan benda lainnya yang dibuat dari bahan PVC vinil. Lebih menyeramkan lagi, kandungan berbahaya ini dapat ditemukan pada kemasan plastik yang digunakan untuk mengemas makanan. Cobalah menghindari benda-benda yang dibuat dari PVC vinil. Carilah produk yang diberi label phthalate-free. Mindbodygreen menyarankan untuk membuang mainan plastik yang dibuat sebelum tahun 2008 serta mengganti benda-benda, seperti botol atau wadah dengan benda berbahan kaca atau stainless. Selain itu, pertimbangkan kembali jika ingin menggunakan pembungkus plastik makanan dan wadah plastik. Baca juga Mengapa Makam Keturunan Bangsa Viking Bisa Ditemukan di Italia? 8. Pembasmi serangga Banyak orang menggunakan pembasmi serangga ketika mendapati rumahnya "diserbu" oleh beberapa jenis serangga. Cara ini memang efektif untuk mematikan serangga, namun cara ini juga membahayakan manusia. Pembasmi serangga banyak mengandung karsinogen glyphosate yang berpotensi menyebabkan kanker. Cermatlah membaca label produknya sebelum menggunakan dan pertimbangkan untuk menggunakan pembasmi serangga alami yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Bila perlu, tanyakan kepada penjual, apakah pembasmi serangga yang hendak Anda beli mengandung karsinogen glyphosate atau tidak. Dengan menumbuhkan perilaku cermat ketika hendak membeli dan menggunakan barang, peluang kita untuk terhidar dari kanker dapat menjadi lebih besar. Selain itu, dengan diimbangi pola hidup sehat, peluang ini juga akan lebih meningkat. PROMOTED CONTENT Video Pilihan

kanker dapat disebabkan oleh material bangunan